Posted by: persfeunj | 10, December 2008

Mengekstensikan Reguler

Saat ini Fakultas Ekonomi sudah berusia tiga tahun. Dalam usia yang masih terlalu dini, tentu banyak hal yang sedang dipelajari. Fakultas Ekonomi UNJ memang mampu menjual produknya dengan baik. Manajemen menjadi program studi paling diminati di UNJ ketika Ujian Masuk Bersama (UMB) 2008. Untuk Penerimaan Mahasiswa Baru (Penmaba) 2008, Fakultas Ekonomi berhasil menjual habis formulir.

Jumlah mahasiswa yang diterima dengan kapasitas sarana dan prasarana yang tidak seimbang, membuat setiap ketua program studi yang ada di Fakultas Ekonomi UNJ harus berpikir keras untuk menentukan jadual perkuliahan. Semenjak diperbolehkannya universitas negeri untuk menyelenggarakan ujian lokal, jumlah mahasiswa non-reguler membludak. Bahkan di FE UNJ, mahasiswa non-reguler disinyalir lebih banyak ketimbang mahasiswa reguler.

Imbas dari ketidakseimbangan tadi, ada mahasiswa reguler yang harus menjalani kuliah malam untuk semester ganjil 2008. Hal ini dialami oleh mahasiswa program studi S1 Manajemen angkatan 2005 dan 2006. Untuk 2006, kuliah termalam ‘hanya’ sampai pukul 19.20 WIB. Hal yang lebih buruk dialami angkatan 2005. Mereka harus menjalani kuliah sampai pukul 21.00. Sekali lagi, mereka adalah mahasiswa reguler yang diterima melalui PMDK dan SPMB (sekarang SNMPTN).

Lihat apa kemungkinannya, bukan hanya apa yang ada

Jam kuliah sampai pukul sepuluh malam tentu akan menimbulkan stigma dimata pihak eksternal Fakultas Ekonomi. Apalagi kuliah malam dialami oleh mahasiswa reguler. Hal ini jelas menandakan bahwa pihak Fakultas Ekonomi belum siap mengadakan kegiatan perkuliahan.

Dalam perayaan hari lahirnya yang ke-3 Fakultas Ekonomi UNJ, pihak penyelenggara Economics Expo 2008 mengusung tema Membangun Kepuasan Stakeholder Melalui Peningkatan Standar Kualitas Pelanggan. Bagaimana bisa memuaskan stakeholder kalau pihak fakultas belum bisa mematuhi peraturan Dikti Depdiknas. Anda pasti tahu kalau mahasiswa non-reguler dapat menyelenggrakan kegiatan perkuliahan setelah mahasiswa reguler selesai. Nampaknya FE terlalu bermimpi untuk memuaskan stakeholder kalau calon output diperlakukan demikian. Seorang penjual yang baik, pasti akan memelihara produknya agar laku di pasaran. Sebuah universitas yaang baik pasti akan memlihara mahasiswanya agar berguna bagi perusahaan pada khususnya dan bagi bangsa pada umumnya.

Fakultas besar melatih diri mereka untuk melihat bukan hanya apa yang ada, tetapi apa kemungkinannya. Menghargai mahasiswa setinggi-tingginya akan mengubah mereka menjadi mahasiswa besar yang tetap. Memberikan penghargaan rendah kepada mahasiswa mengakibatkan mereka beralih ke tempat lain. Janganlah memandang sesuatu sebagaimana adanya, tetapi pandanglah kemungkinan-kemungkinannya. (&RY)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: